Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Sedekah

  Ada suatu hari di pinggir jalan, seorang mahasiswa sedang melewati jalan raya yang biasa ia lewati ketika hendak berangkat ke kampus. Di sebelah jalan tersebut, ada seorang pengemis tua yang sedang meminta sedekah. Pengemis tersebut meminta  sedekah sembari mengangkat kedua tangannya tepat di hadapan mahasiswa tersebut. Pengemis: “Mas minta sedekahnya mas” Kata pengemis tersebut memohon kepada pemuda  itu. Mahasiswa : (mencari dompet dan mengeluarkan uang sebesar Rp. 20.000 sembari berkata “Ini pak, kembalian Rp. 15.000 ya” Pengemis : “Ini mas kembaliannya” sembari menyerahkan kembalian kepada pemuda. Mahasiswa : “Loh pak, kenapa kembaliannya Rp. 16.000?” Pengemis : Tidak apa-apa mas, seribunya saja sedekahkan juga ke masnya” Mahasiswa tersebut kemudian pergi dengan wajah heran dan aneh

Filosofi uud

  Di suatu hari, guru Pendidikan Kewarganegaraan menjelaskan perubahan Undang-Undang Dasar (UUD) dari periode ke periode. Guru itu juga memaparkan alasan perubahan UUD yang pernah berlaku di Indonesia. Guru yang melihat muridnya tertidur ingin mengetahui pengetahuan murid tersebut. Guru bertanya kepada murid yang tertidur, “Coba kamu jelaskan perubahan UUD dan apa maksud dari peraturan diatur di dalam UUD.” Murid menjawab “Saya hanya tahu mengapa peraturan diatur di dalam UUD.” Guru bertanya lagi, “Apa maksud kamu?”. “Ya kan semua ujung-ujungnya duit Bu”, celetuk sang murid.

Skil koruptor di atas rata rata

  Budi dan Abi adalah sepasang murid yang kritis. Mereka suka membaca buku yang sama untuk kemudian mendiskusikan isi bukunya. Dari mulai diskusi ringan sampai ke diskusi-diskusi berat sudah mereka lakukan. Terkadang, mereka menonton televisi dan mendiskusikan mengenai tayangan yang baru saja mereka lihat. Sore itu, mereka berdua membaca majalah yang sama yang membahas mengenai sistem pendidikan Indonesia dan Finlandia yang sangat berbeda. Finlandia adalah negara yang memiliki sistem pendidikan paling baik di dunia, sehingga Budi dan Abi tertarik untuk membahasnya. “Finlandia benar-benar memanjakan murid,” kata Budi memulai diskusi. “Mereka menekankan bahwa kemampuan akademis tidak harus dijalani dengan begitu serius. Berbeda dengan Indonesia yang nilai berada di atas segalanya. Itu membuat banyak murid melakukan cara-cara curang untuk mendapatkan nilai bagus.” “Betul,” kata Abi menyetujui. “Dan lihat hasilnya sekarang. Nilai bagus cuma sekedar angka, dan akhlaknya enggak bagus. Ka...